| |||||||||||||
| Nasi ubi, nasi yang diberi potongan ubi jalar |
Untungnya, saya datang berkelompok, bersama beberapa rekan wartawan dan perwakilan travel agent yang diundang Garuda Indonesia. Meski kami serombongan berbeda-beda kepercayaan, Jenny Hung, tour guide kami sudah memastikan setiap makanan yang tersaji di restoran yang kami kunjungi, bebas dari daging dan atau minyak babi. Kali pertama makan di restoran di Taipei, saya dan kawan senang-senang saja.
Menu yang disajikan ternyata tidak terlalu asing di lidah, bahkan sebagian besar di antaranya juga bisa ditemukan di Tanah Air. Udang asam manis, ca jamur brokoli, cumi asam manis, ayam goreng bumbu, bebek tumis jamur dan ikan kukus menjadi menu yang nyaman-nyaman saja di lidah dan perut saya. Racikan bumbu yang membalut masakan-masakan itu pun tidak terlalu tajam di lidah orang Indonesia.
![]() |
| Masakan berbahan daging bebek |
![]() |
| Ikan kukus ala Taiwan |
“Kalau orang Taiwan, nasi yang diberi potongan ubi itu untuk kesehatan, mengembalikan stamina. Jadi makannya sekaligus, nasi bareng sama ubinya,” jelas Jenny saat saya menanyakan soal nasi “bertabur” ubi jalar itu. Nasi yang ditemani ubi jalar itu pun terasa agak manis di lidah.
Kali kedua makan di restoran, lagi-lagi saya dan rombongan menemui menu sejenis, hanya beda di soal penyajian. Bahkan kali ketiga kami makan di restoran di luar hotel, udang asam manis, ca jamur brokoli, cumi asam manis, ayam goreng bumbu, bebek tumis jamur serta ikan kukus, kembali tersaji di meja.
“Ini lagi ini lagi. Eneg banget ya, tiga kali makan di luar menunya sama semua,” ucap rekan wartawan yang duduk di samping saya. Saya dan delapan wartawan lainnya yang kebetulan duduk satu meja pun tak bisa menahan tawa. “Coba di Indonesia, hari pertama wisata kuliner masakan Padang, hari kedua masakah Jawa, hari ketiga masakan Sunda, kurang apa coba Indonesia,” sahut kawan lainnya. Bagi saya yang penyuka masakan pedas dan sambal, wisata kuliner di Taipei jelas agak mengecewakan. Dari tiga restoran yang saya dan rombongan kunjungi tidak ada satupun yang menyajikan sambal sebagai pendamping menu utama.







