mataku silau saat pertama menatapmu, Matahariku
terpana, membuta
hangat menelisap di relung-relung yang gelap
mencair ia yang lama beku
tergugah dia yang lama bisu
indahnya binarmu meronakan pipiku
belum jua sadar dari kagumku
seketika engkau berpaling
tiba-tiba kau beranjak, menjauh
terengah napasku, terkesiap jantungku
meronta pun tak jua mampu
dayaku tak sanggup tahan lajumu, Matahariku
maka di sinilah aku..
memeluk sisa-sisa kehangatanmu
mendekap binarmu yang meredup di pelupukku
Thursday, June 6, 2013
Wednesday, June 5, 2013
Jika Kau Ucap Selamat Tinggal
Ternyata saat itu adalah hari ini
Yang kukira masa masa telah lalu, baru bermula kini
Mendung, hujan, gelap, pengap..membebat
Ini awal mula, jangan kau kata segera sirna
Besok pun masih akan seperti ini
Saat kau putuskan tidak ada esok hari
Baik...
Tak ada yang sanggup mencegah kedatanganmu,
Pun tak ada yang mampu menahan kepergianmu
Bukan cinta, tidak pula rindu, apalagi aku
Bahagiamu bahagiaku, sedihmu piluku
Baik-baiklah engkau di situ
Semoga selintas adaku membawa kebahagiaan untukmu
Meski setitik, meski pedih, meski letih...
Yang kukira masa masa telah lalu, baru bermula kini
Mendung, hujan, gelap, pengap..membebat
Ini awal mula, jangan kau kata segera sirna
Besok pun masih akan seperti ini
Saat kau putuskan tidak ada esok hari
Baik...
Tak ada yang sanggup mencegah kedatanganmu,
Pun tak ada yang mampu menahan kepergianmu
Bukan cinta, tidak pula rindu, apalagi aku
Bahagiamu bahagiaku, sedihmu piluku
Baik-baiklah engkau di situ
Semoga selintas adaku membawa kebahagiaan untukmu
Meski setitik, meski pedih, meski letih...
Aku
akulah sang pecinta yang terluka
sayapku patah sebelah
hatiku terdedah gundah
akulah sang pecinta
berkelana merindu masa
roman hujan di belantara kelana
akulah sang pecinta
tak lelah mencari asa
cerita tentang bahagia
sayang sayapku sayup
lumpuh layuh sebelah
paruhku kelu bak telan batu
akulah sang pecinta
sayap tertangkup paruh merunduk
menggapai jauh merindu pungguk
sayapku patah sebelah
hatiku terdedah gundah
akulah sang pecinta
berkelana merindu masa
roman hujan di belantara kelana
akulah sang pecinta
tak lelah mencari asa
cerita tentang bahagia
sayang sayapku sayup
lumpuh layuh sebelah
paruhku kelu bak telan batu
akulah sang pecinta
sayap tertangkup paruh merunduk
menggapai jauh merindu pungguk
Hello June!
Hei…inikah Juni
Aku pangling sekali
Pagi-pagi memang silau sang matahari
Tapi kenapa hujan masih juga mengguyur bumi
Aku ragu ini bulan Juni
Mahatari seperti setengah hati
Biasanya bunga berseri seri
Tapi mendung segera lenyapkan hari
Gelap yang mendekap langit redupkan jiwa
Keceriaan tercerabut bahkan sebelum ia mengendap
Meski ku tak membenci hujan...
Rintik ataupun badai di bulan Juni seperti membuatku mati
Aku pangling sekali
Pagi-pagi memang silau sang matahari
Tapi kenapa hujan masih juga mengguyur bumi
Aku ragu ini bulan Juni
Mahatari seperti setengah hati
Biasanya bunga berseri seri
Tapi mendung segera lenyapkan hari
Gelap yang mendekap langit redupkan jiwa
Keceriaan tercerabut bahkan sebelum ia mengendap
Meski ku tak membenci hujan...
Rintik ataupun badai di bulan Juni seperti membuatku mati
lelah
bulir hujan mengalir cair
gemericik kaki menjejak basah
bak peluh yang terlalu deras mengucur
sekujur kujur tak selamat resah
awan mendung tak juga bosan mengeluh
seperti langit, gubug ini juga resah
ranting kering mengelitik keri
dahan kokoh menohok dalam
hancurkan hancurkan
pokok pokok ini tak jua muda
mengering mengelupas di sana sini
reyot kesana kemari
guyur guyurkan
rumbia ini patah patah
melambai-lambai kian kemari
langit tumpahkanlah
petir mengaumlah
gubug ini inginkan mati
24 Februari 2009
gemericik kaki menjejak basah
bak peluh yang terlalu deras mengucur
sekujur kujur tak selamat resah
awan mendung tak juga bosan mengeluh
seperti langit, gubug ini juga resah
ranting kering mengelitik keri
dahan kokoh menohok dalam
hancurkan hancurkan
pokok pokok ini tak jua muda
mengering mengelupas di sana sini
reyot kesana kemari
guyur guyurkan
rumbia ini patah patah
melambai-lambai kian kemari
langit tumpahkanlah
petir mengaumlah
gubug ini inginkan mati
24 Februari 2009
one fine day...
You lend me the hand the other day
Suddenly...
Summer breeze blush on my cheek
The wind fall runs through my hair
The chill of winter freeze my memories
And the beauty of spring gloom in bare
All came in the sudden
You lend me your hand the other day
I'm keeping you inside, I swear
And I owe you my heart to share
*masa depan terlalu cepat datang
masa lalu terlalu cepat menghilang*
27 April 2009
Suddenly...
Summer breeze blush on my cheek
The wind fall runs through my hair
The chill of winter freeze my memories
And the beauty of spring gloom in bare
All came in the sudden
You lend me your hand the other day
I'm keeping you inside, I swear
And I owe you my heart to share
*masa depan terlalu cepat datang
masa lalu terlalu cepat menghilang*
27 April 2009
rindu
aku kangen papa
aku rindu mama
aku rindu dipeluknya
pasti itu mereka lakukan saat aku masih balita ya...
aku kangen papa
aku rindu mama
ingin rasanya tidur dipangkuannya
pasti itu ku lakukan saat masih balita ya ...
aku rindu pulang
aku rindu pulang
aku ingin meringkung di samping papa
aku ingin bergelung di samping mama
seperti malam terakhir aku bersama mereka
aku rindu mama
aku rindu dipeluknya
pasti itu mereka lakukan saat aku masih balita ya...
aku kangen papa
aku rindu mama
ingin rasanya tidur dipangkuannya
pasti itu ku lakukan saat masih balita ya ...
aku rindu pulang
aku rindu pulang
aku ingin meringkung di samping papa
aku ingin bergelung di samping mama
seperti malam terakhir aku bersama mereka
Perempuan dalam putaran
*hei perempuan dengan mood berputar putar*
barusan kurogoh dadamu
tapi sepertinya hatimu sudah tak lagi di situ,
atau mungkin sudah membeku jadi batu
pusing aku mengikuti pusaran mood-mu,
kadang begini kadang begitu,bikin kepala ini jadi ngilu
*hei perempuan dengan mood berputar putar*,
berhentilah sejenak dari alurmu
putaranku tak sanggup menandingimu
pusaranmu tak terbendung arusku
lagi..
barusan kurogoh dadamu
tapi sepertinya hatimu sudah tak lagi di situ,
atau mungkin sudah membeku jadi batu
pusing aku mengikuti pusaran mood-mu,
kadang begini kadang begitu,bikin kepala ini jadi ngilu
*hei perempuan dengan mood berputar putar*,
berhentilah sejenak dari alurmu
putaranku tak sanggup menandingimu
pusaranmu tak terbendung arusku
lagi..
note: * meminjam istilah dari kawan mimpikiri
4 Maret 2009
Jatuh
bulat mata itu membola indah
berbinar pendar silaukan hari
mengerling mengerjap
sayup sapuannya menggedor jantung
aku terjaga
burung hitam mengentakkan sayapnya
paruh membusung mengirim bahaya
tapak kaki berasa keri
mengayun membusur berlari
tangan mengalun tangkap dedahan
sayang, rapuh gemeletak tak kuat tahan
gelap jurang aku terjerembab
pengap...
3 Maret 2009
berbinar pendar silaukan hari
mengerling mengerjap
sayup sapuannya menggedor jantung
aku terjaga
burung hitam mengentakkan sayapnya
paruh membusung mengirim bahaya
tapak kaki berasa keri
mengayun membusur berlari
tangan mengalun tangkap dedahan
sayang, rapuh gemeletak tak kuat tahan
gelap jurang aku terjerembab
pengap...
3 Maret 2009
Subscribe to:
Comments (Atom)